Featured Posts

.

Wellcome

Selamat Datang di Blog Asrama Haji Pondok Gede Jakarta

Senin, 12 September 2011

Kemenag-KPK Terus Kerjasama Pengawasan Haji


Kementerian Agama (Kemenag) senantiasa bergandeng tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan kerjasama pengawasan penyelenggaraan ibadah haji. Upaya ini untuk mencegah aksi korupsi yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun negara.
"Kerjasama dengan KPK tetap dilakukan sebagai upaya pencegahan korupsi," kata Direktur Pengelolaan Dana Haji, Ahmad Djunaedi kepada wartawan di Jakarta, Kamis sore (8/9).
Menurut dia, dengan kerjasama tersebut memberi hasil yang positif dalam upaya penyelenggaraan ibadah haji yang lebih baik, khususnya memberi pelayanan maksimal bagi jemaah haji. "Lebih terawasi untuk menjauhi korupsi," ujarnya.
Dibanding sebelum ada kerjasama dengan KPK, lanjut Junaedi, terkesan penyelenggaraan ibadah haji selalu muncul masalah.
Direktur PDH Ahmad Djunaedi juga mengungkapkan, jumlah waiting list (daftar tunggu) calon jemaah haji terus bertambah, mencapai angka 1,5 juta orang, meliputi calhaj reguler sejumlah 1,468 juta dan calhaj khusus sebanyak 50.494 orang. "Rata-rata setiap bulan pendaftar setoran awal 44 ribu orang," jelasnya. 

Sisa Kuota Haji Kembali ke Porsi Nasional


Pemerintah akan mengembalikan kuota haji 2011 yang tidak terserap di berbagai daerah ke porsi kuota haji nasional. Kebijakan ini akan diambil bila hingga batas akhir pelunasan BPIH, yaitu 9 September 2011, masih terdapat calon jamaah haji (calhaj) yang belum melakukan pelunasan. Hal ini diungkapkan Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Cepi Supriyatna di Jakarta, Rabu (7/9)
Menurut Cepi, wewenang pengelolaan kuota tersebut sepenuhnya dipegang oleh Menteri Agama. Sesuai dengan kebijakan yang berlaku selama ini, kuota yang tersisa akan dikembalikan ke daerah dengan memperhatikan jumlah daftar tunggu (waiting list). Daerah yang memiliki antrean terpanjang akan mendapat prioritas.
Ia berharap, para calhaj yang telah mendapatkan seat atau porsi untuk berangkat tahun ini segera melunasi BPIH. Meski demikian, pihaknya optimistis kuota haji tahun ini akan terserap maksimal. "Kita yakin terserap."
Disinggung soal kemungkinan penambahan kuota haji Indonesia pada tahun ini, pihaknya belum dapat memastikan. Yang pasti, permohonan tambahan kuota telah diajukan ke Pemerintah Arab Saudi. Untuk saat ini, pemerintah akan memaksimalkan penyerapan kuota yang ada.
Hingga hari kedua pada tahap kedua pelunasan BPIH, Rabu (7/9), sampai pukul 16.00 WIB, calhaj yang telah melunasi BPIHberjumlah 206.420. Jumlah itu terdiri atas calhaj reguler 189.678 dan calhaj khusus 16.742. Sementara itu, kurs dolar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH pada Selasa (6/9) sebesar Rp 8.617 per satu dollar AS.
Terkait proses persiapan paspor berikut visa, Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Kemenag Sri Ilham Lubis mengungkapkan, per 7 September 2011 sebanyak 157.600 unit paspor telah diserahkan ke Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Dari jumlah itu, sebanyak 142.406 paspor telah memperoleh visa dan sedang dalam proses untuk dikembalikan ke daerah masing-masing. Sedangkan, paspor yang telah dikembalikan ke provinsi berjumlah 77.206.
Pemerintah, jelas Sri, menargetkan proses pemvisaan paspor jamaah haji reguler dan para petugas haji rampung akhir September mendatang. Target ini merujuk pada jadwal pemberangkatan jamaah haji. Dijadwalkan, mereka memasuki asrama haji pada 1 Oktober dan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci pada 2 Oktober.

Pelunasan BPIH Berakhir, 208.418 Calhaj Lunasi BPIH


Kasubdit Pendaftaran Haji Achmad Nidjam menjelaskan, sampai tahap dua pelunasan BPIH berakhir, Jumat (9/9), pukul 16.00 WIB, calon haji yang telah melunasi BPIHberjumlah 208.418 orang.
Jemaah reguler yang telah melunasi BPIH, kata Ahmad Nidjam, berjumlah 191.676 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 16.742 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari Jumat sebesar Rp 8.614,-
Kasubdit Pendaftaran Haji Achmad Nidjam meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas BPIH, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.
Sementara Sekretaris Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Cepi Supriyatna mengatakan, kuota haji 2011 yang tidak terserap di berbagai daerah, akan dikembalikan ke porsi kuota haji nasional.
Menurut Cepi, kewenangan pengelolaan kuota yang tersisa tersebut sepenuhnya oleh Menteri Agama. Sesuai dengan kebijakan yang berlaku selama ini, kuota yang tersisa akan dikembalikan ke daerah dengan memperhatikan lama masa tunggu (waiting list) daerah yang memiliki antrean terpanjang akan mendapat prioritas.
Sisa kuota haji itu, kata Cepi, sesuai dengan ketentuan juga, diprioritaskan bagi jemaah usia lanjut, pengabungan pasangan suami-istri dan orangtua dan anak.
Berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIH berdasarkan propinsi sbb: NAD 3.848 orang, Sumut 8.070 orang, Sumbar 4.395 orang, Riau 4.945 orang, Jambi 2.581 orang, Sumsel 6.209 orang, Bengkulu 1.590 orang, Lampung 6.085 orang.
Selanjutnya DKI Jakarta 6.886 orang, Jabar 37.013 orang, Jateng 29.171 orang, DI Yogya 3.037 orang, Jatim 33.396 orang, Bali 629 orang, NTB 4.441 orang, NTT 643 orang.
Kalbar 2.305 orang, Kalteng 1.322 orang, Kalsel 3.747 orang, Kaltim 2.748 orang, Sulut 689 orang, Sulteng 1.724 orang, Sulsel 7.129 orang, Sultra 1.664 orang, Maluku 690 orang, Papua 1.040 orang, Bangka Belitung 897 orang, Banten 8.418 orang, Gorontalo 875 orang, Malut 1.054, Kepri 976 orang, Sulbar 1.419 orang, Papua Barat 692 orang, dan TPHD/TKHD 1.348 orang

Sehari Menjelang Penutupan Pelunasan, 207.879 Calhaj Lunasi BPIH


Kasi Pendaftaran Haji Miftahul Maulana menjelaskan, pada tahap dua Pelunasan BPIH, hari ke tiga, Kamis (8/9) sampai pukul 16.00 WIB, sehari menjelang penutupan pelunasan BPIH tahap dua, jumlah calon haji yang telah melunasiBPIH berjumlah 207.879 orang.
Jemaah reguler yang telah melunasi BPIH, kata Miftahul Maulana, berjumlah 191.137 orang, sedangkan jemaah BPIH Khusus (ONH Plus) berjumlah 16.742 orang. Kurs dollar AS dari Bank Indonesia untuk setoran BPIH hari Kamis sebesar Rp 8.614,-
Miftahul Maulana menambahkan, pelunasan BPIH tahap ke dua ini akan berakhir Jumat (9/9), berarti tersisa satu hari lagi. Pada hari ke tiga pelunasan BPIH tahap dua ini, propinsi Jawa Barat terbesar telah melunasi BPIH sebanyak 36.917 orang, disusul Jatim 33.285 orang dan Jateng 29.138 orang.
Kasi Pendaftaran Haji Miftahul Maulana meminta, agar jemaah ruguler yang telah menyetor lunas BPIH, selambat-lambatnya 3 hari telah mendaftar ulang ke kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat domisili.
Sementara berdasar data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, jumlah calhaj yang telah melunasi BPIHberdasarkan propinsi sbb: NAD 3.845 orang, Sumut 8.045 orang, Sumbar 4.380 orang, Riau 4.931 orang, Jambi 2.570 orang, Sumsel 6.203 orang, Bengkulu 1.585 orang, Lampung 6.070 orang.
Selanjutnya DKI Jakarta 6.852 orang, Jabar 36.917 orang, Jateng 29.138 orang, DI Yogya 3.035 orang, Jatim 33.285 orang, Bali 627 orang, NTB 4.430 orang, NTT 643 orang.
Kalbar 2.304 orang, Kalteng 1.319 orang, Kalsel 3.746 orang, Kaltim 2.738 orang, Sulut 688 orang, Sulteng 1.720 orang, Sulsel 7.106 orang, Sultra 1.662 orang, Maluku 687 orang, Papua 1.035 orang, Bangka Belitung 897 orang, Banten 8.375 orang, Gorontalo 875 orang, Malut 1.054, Kepri 976 orang, Sulbar 1.414 orang, Papua Barat 689 orang, dan TPHD/TKHD 1.296 orang

Menag: Indonesia Dapat Tambahan Kuota 10.000 Orang


Pemerintah Arab Saudi mengabulkan penambahan kuota untuk jemaah haji Indonesia sebanyak 10.000 orang. Sehingga total jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 221.000 orang.
Hal itu diungkapkan Menteri Agama Suryadharma Ali di ruangVIP Room Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (11/9), setiba dari Arab Saudi mengecek langsung prsiapan haji di Arab Saudi 1432H/2011.
Suryadharma menjelaskan bahwa tambahan kuota haji tersebut akan dialokasikan kepada jamaah haji reguler sebanyak 7.000 orang, sehingga jumlah jamaah haji reguler menjadi 201.000 orang.
"Sisanya, sebanyak 3.000 orang itu akan diperuntukkan untuk jemaah haji khusus. Sehingga total jemaah haji khusus menjadi 20.000 orang," kata Suryadharma.
Sebelumnya kuota haji Indonesia sebesar 211.000. Jumlah itu dialokasikan kepada jemaah haji reguler sebanyak 194.000 orang dan haji khusus sebanyak 17.000 orang.
Untuk sisa kursi jemaah sebanyak 2.585 buah karena tidak melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sampai batas waktunya, pemerintah akan mengembalikan lagi ke daerah. Sedangkan penambahan kuota sebesar 10.000 orang itu akan diprioritaskan untuk daerah yang waiting list-nya tinggi, dan calon jemaah yang usianya sudah lanjut.
Mengenai pemondokan jemaah haji Indonesia di Makkah tahun ini mengalami peningkatan kualitas dengan jarak lebih dekat dari Masjidil Haram dibanding tahun lalu. Total rumah yang telah disiapkan sebanyak 319 gedung dengan total kapasitas 202.016 orang, di antaranya 93% di bawah jarak 2 km dari Masjidil Haram dan sisanya 7% berjarak antara 2,01 km s.d 2,5 km. Qurah pemondokan dan maktab akan dilaksanakan insya Allah pada tanggal 14 September 2011.��
Adapun pemondokan jemaah haji di Madinah tahun ini seluruhnya akan berada di wilayah Markaziah dengan jarak maksimal 500 meter dari Masjid Nabawi.�� Untuk transito jamaah haji yang pulang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah telah disiapkan akomodasi di 11 hotel dengan total kapasitas 140.000 jamaah

Kamis, 08 September 2011

Perlu Dicari Cara Agar Penetapan 1 Syawal Tidak Menimbulkan Perbedaan Lagi


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Majelis Ulama Indonesia dan para ulama lain dapat menentukan salah satu cara untuk memutuskan datangnya 1 Syawal untuk tahun-tahun mendatang. Presiden menyampaikan hal ini pada bagian lain pengantarnya saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Selasa (6/9) siang.
"Saya meminta MUI dan pihak lain yang memahami hal ini dapat berpikir dengan tenang dan jernih untuk menetapkan Lebaran di tahun-tahun yang akan datang," kata SBY. Presiden perlu menyampaikan hal ini karena banyak pesan singkat atau sms masuk yang bernadakan protes tentang penetapan 1 Syawal yang kerap berbeda di tanah air.
SBY juga mengingatkan, soal penetapan 1 Syawal ini bukanlah domain Kepala Negara. "Ini domain dari para ulama yang memahami hal ini. Saya bukan ahlinya," ujar SBY.
Sebelumnya, Presiden juga menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri kepada semua pihak yang merayakannya. "Ijinkan saya menyampaikan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir batin. Minal aidin wal faizin," kata SBY. "Barangkali selama setahun ada tutur kata dan tindakan saya yang tidak berkenan, baik lisan maupun pesan melalui sms, saya minta maaf," Presiden menandaskan

Keraton Yogyakarta Luncurkan Mushaf Al- Quran


Kementerian Agama menyambut baik penulisan ulang mushaf Al-Quran Keraton Yogyakarta, yang peluncurannya dilakukan bertepatan peringatan Maklumat 5 September 1945. "Kami menyambut baik upaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menerbitkan mushaf Al-Quran versi keraton. Ini akan menambah khasanah budaya Islam di Tanah Air," kata H Muhammad Samidin Nashir, Direktur Lembaga Percetakan Al-Quran Kementrian Agama RI, saat peluncuran mushaf Al-Quran Keraton Yogyakarta di Pagelaran Keraton setempat, Senin (5/9) malam.

Langkah ini diharapkan bisa melengkapi kebutuhan Kitab Suci Al-Quran di Tanah Air yang mencapai 45 juta eksemplar. Selama ini pencetakan Al-Quran mencapai 225 ribu eksemplar, sebagian besar dipenuhi swasta. Bersamaan dengan peluncuran mushaf Al Quran versi keraton itu diterbitkan pula penanggalan Sultan Agungan yang mengacu sistem qomariyah (bulan-Red). 
Acara dimeriahkan penampilan Emha Ainun Nadjib bersama grup musik Kyai Kanjeng. Melantunkan aneka komposisi lagu, seperti Tombo Ati karya Sri Sultan Hamengku Buwono IX hingga Medley Nusantara yang bersumber dari lagu-lagu daerah Bali, Palembang dan lainnya. Acara dihadiri Ketua Umum Yayasan Raja Nusantara Mahmud Badarudin, Duta Besar Negara Brunei Darussalam, mantan Ketua Umum DPP Golkar Akbar Tanjung, dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin.
Kerabat Keraton Yogyakarta GBPH Joyokusumo sebelum menyerahkan mushaf ke Sultan Hamengku Buwono X, secara khusus membacakan surat Al Fatihah. Ia berharap penerbitan ulang mushaf Al-Quran versi keraton itu bisa menjadi pedoman bagi Keraton Yogyakarta khususnya dan masyarakat umumnya, melalui dibaca, dipelajari dan diamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya. "Semoga banyak yang ingin membaca dan mengamalkan," harap Gusti Joyo.
Proses pelaksanaan dan pembaharuan mushaf ini dilangsungkan bertahap. Naskah aslinya disebut nyaq berusia 212 tahun, ditulis tangan oleh abdi dalem keraton